Thursday, August 25, 2011

and then..

Esok paginya, aku mencari-cari Ako..
Aku ingin bertanya mengenai club yang dia maksud...
Mumpung masih pagi..
Masih sepi dan blum banyak yang datang...
Tapi kok dia tidak ada di kelas ya?
mungkin belum datang....

Kemudian.......
"AKOOOOOOOOOO!!!" teriakku dari ujung lorong sambil berlari menghampirinya.
"Hei Spica.. Ada apa pake teriak kayak toa gitu? Malu-maluin aja ," ujarnya.
"Hehe.. Aku cuma mau bilang kode kemarin udah terpecahkan, tapi, aku mau bertanya sesuatu. Club macam apa sampai harus dibikin 'undangan' kayak gitu?" tanyaku sambil memasang muka heran.
"Oh.. itu ya.. Sebentar.. Aku simpan barang-barangku dulu.. Setelah itu aku akan menceritakannya padamu," jawab Ako
"Mm... Oke..,"balasku.

Setelah itu kami pergi ke kelasnya untuk menyimpan barang-barangnya.
Aku dan Ako, sudah berteman sejak lama. Jadi, dia tahu segala sesuatu tentangku.
Tapi, baru sekarang kami berpisah kelas. Hal ini membuatku beberapa kali sulit menghubungi dia.
Dan, ia pun jadi jarang bercerita lagi.

Akhirnya ia beres menyimpan barangnya.
Lalu, kami pergi ke sebuah tempat yang belum pernah aku kunjungi sebelumnya.
Kami awalnya pergi ke perpustakaan, lalu, Ako mengajakku ke depan sebuah lemari.
Dan... ternyata lemari itu merupakan sebuah pintu masuk ke sebuah ruangan khusus.
Perlu dideskripsikan? sepertinya iya..
Ruangan ini cukup besar.. Dilengkapi dengan meja besar dan kursi sekelilingnya, ada juga lemari kaca..
dan, WOW.. Isinya peralatan-peralatan untuk penelitian, penyelidikan, dsb, yg kayak di film!
Eh? Dari mana smua ini? kok aku baru tahu ada peralatan secanggih ini?

Namun, di saat aku sedang mengagumi alat-alat tersebut, tiba-tiba Ako memanggil.
"Spica! Jangan bengong aja ! Gimana? Hebat kan?" tanya Ako.
"Iya sih hebat. Tapi club apa ini? Kok gw baru tau ada club yg punya peralatan kyk gni? "kataku.
"Nah, itu dia. Sebenarnya udah lama kamu mau diajak ke sini. Tapi, karena ketua ga punya kenalan untuk kenalan untuk manggil kamu, jadi, kamu baru sekaran deh bisa gabung," jawab Ako.
"Lho, trus sekarang kok bisa dia punya kenalan buat manggil gw?" kataku dengan heran.
"Hehe... Aku ma dia, jadian.. Trus ternyata dia ma aku, sama-sama suka detektif. Kayak kita Spica! makanya aku diajak bergabung, " ujar Ako.
"Oalah.. Pantesan kayaknya akhir-akhir ini keliatan semangat banget.. Dasar Ako!! Pajaknya mana nih?? Waffle di tempat biasa boleh ya? Ako cantik deh, " candaku.
"Spica... Itu pemerasan! Tapi gapapa.. Asal, kamu mau gabung ya? Aku cerita banyak ma anak-anak sini. Kamu tuh jago nganalisis ma tahu kode-kode rahasia yang pernah ada," jawab Ako.
"Hei! Kau ini berlebihan! itu hanya kode standar, Ako.. Tapi, baiklah gw gabung. Pengen juga mecahin kasus asli. Tapi, jangan lupa juga wafflenya ya! Plus ice cream ya, Ako. Hehe.." balasku sambil nyengir.
"Iya iya.. Pulang sekolah ya? Tapi, tiap ada panggilan untuk berkumpul, kamu harus hadir, karena kita dapat nilai tambahan dari situ,"kata Ako lagi.
"Oke sistah!" jawabku.

No comments:

Post a Comment